Nas:
Ibr. 4: 12-16; Mrk. 2: 13-17.
Maksudnya Injil ini dicatat
Yoh. 20:30 Memang masih banyak tanda lain yang
dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab
ini, 20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah
dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,
dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Kata penutup
Yoh. 21:24 Dialah murid, yang memberi kesaksian
tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu,
bahwa kesaksiannya itu benar. 21:25 Masih
banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau
semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat
memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Tahukah
anda pekerjaan penting apa yang paling banyak dilakuan manusia yang telah mengubah
dunia ini? Yaitu tulisan! Anda makan 3 kali sehari, tetapi apakah anda pernah
menghitung tulisan yang anda buat setiap hari? Apa lagi di era mesa sekarang
ini!
Tulisan
adalah hal penting dan serius yang dibuat oleh manusia. Media tulis berkembang
dari batu, tulang, lempengan logam, tanah liat, kulit, akhirnya berkembang ke
papyrus, lontar dan di Cina pertama kali ditemukan kertas. Di saat ini, tuisan
telah beralih ke media elektronik.
Dari
berbagai tulisan berupa prasasti, kitab dan buku yang ditulis manusia, buku
agama adalah yang paling banyak dicetak dan dibeli. Alkitab adalah Kitab yang paling
banyak terjual yaitu: 3,9 milyar kopi. Penelitian
pada tahun 1972-1992 penjualan Alkitab menembus sekitar 6 milyar kopi yang
ditulis dalam 200 bahasa. Buku Quotations from Mao-Tse-Tung 820 juta kopi
berada pada urutan kedua, Harry potter 820 juta. Bayak penulis bodoh yang
mengatakan Quran berada di nomor satu, sebab dibandingkan dengan penjualan KJV
(Alkitab versi raja James/versi Inggris kuno).
Dari
semua buku yang paling laris, Alkitab adalah buku yang paling banyak dan
mensadar merubah dunia ini. Negara-negara yang tadinya tertinggal, tetapi
ketika percaya Yesus, berkembang menjadi nagara maju. Ketika Ayothaya sudah
demikian maju, London belum ada apa-apanya, tetapi Injil telah merubahnya sedemikian
rupa. Reformasi Gereja, juga menjadi titik awal reformasi budaya dan teknologi,
dimana mesin cetak pertama kali ditemukan. Orang-orang Kristen tercatat adalah
komunitas yang paling teraniaya, tetapi orang tidak menjadi teroris, dan justru
tercatat sebagai penemu yang paling banyak memberi sumbangsi bagi dunia ini.
Injil
Yohanes nampak berbeda dari Injil lainnya, sebab dalam Injil ini memiliki dua kali penutup, hal ini tidak semestinya
dalam sebuah tulisan, baik surat ataupun kitab Perjanjian Baru. Dimana disela-sela
penampakkan Tuhan Yesus, Ia menuliskan maksudnya Injil di catat.
Yang
terpenting dalam hidup manusia adalah pengenalan akan Allah! Bagaimanakah manusia
berdosa dapat mengenal Allah? Tentu bahwa ketika Allah menyatakan diri
kepadanya. Ada dua sifat penyataan Allah yaitu penyataan khusus dan penyataan
umum. Penyataan khusus Allah dinyatakan lewat firman-Nya yang disampaikan
kepada para nabi, tetapi semua nabi ditolak dan tidak begitu dimengerti, sampai
akhirnya Firman itu menjadi sarx (daging/manusia). Yoh.1:1-4; Ibr. 1:1-2. Firman
yang menjadi daging inilah yang disaksikan oleh Yohanes dalam Injilnya. Menurut
Yohanes, ada tiga tujuan penting Injil dicatat:
1. Rasul
Adalah Saksi Bagi Yesus Kristus Yang Tidak Terbatas.
20:30 Memang
masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata
murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
21:25 Masih
banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau
semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat
memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Dari
tulisan St. Yohanes di atas menekankan bahwa
Kristus yang tidak terbatas. Yesus berbeda dengan manusia pada umumnya,
secara lahiriah, Ia adalah Pria yang umur-Nya sangat pendek, dan hanya sekitar
3 tahun bersama-sama para murid, tetapi karya-Nya didalam sepanjang hidup-Nya adalah
sangat penting. Mengapa? Karena Tuhan Yesus tahu maksud kedatangan-Nya, Ia tahu
tujuan hidup-Nya untuk mati dan bangkit, Ia tahu apa yang harus dilakukan-Nya,
seperti kata-Nya: “makanan-Ku Ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku
dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4: 34).
Ketika
manusia pada umumnya menghabiskan waktunya, fokusnya, untuk mencari makanan,
Tuhan Yesus justru menjadikan pekerjaan Allah setara dengan makanan-Nya, itulah
sebabnya mengapa hampir semua yang dipikirkan-Nya, dikatakan-Nya dan
dilakukan-Nya adalah tanda-tanda sorgawi, atau tanda kehadiran Allah bagi
manusia.
Tentu
bahwa dalam pemikiran Yohanes ketidakterbatasan Yesus, terungkap dari pembukaan
Injil-Nya yaitu “bahwa Yesus pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu telah
menjadi sarx (daging)”, bahwa karya Yesus bukan sekedar dalam keberadaan-Nya
sebagai manusia, tetapi karya-Nya sebagai Firman, tetapi karya-Nya sebagai manusia yang
dibuat-Nya dihadapan para murid, begitu banyak, dalam, mendasar dan penting.
Injil
adalah mengenai apa, dan bagaimana karya Yesus. Injil adalah fakta sejarah, Injil
adalah koronos sekaligus Kairos Yesus Kristus. Lebih dari pada itu, Injil bukan
sekedar biografi Yesus, tetapi suatu ajakan dan seruan untuk menerima Dia
sebagai juru selamat, Tuan dan Tuhan.
Selain
dari fakta Yesus Kristus yang tidak terbatas, lewat tulisan Injilnya, Rasul
Yohanes menegaskan bahwa: Ia adalah saksi dari semua yang karya Yesus Kristus.
Yohanes menegaskan bahwa dirinya adalah saksi yang sah dan benar, sebagaimana
Ia mengatakan: apa yang kami dengar, lihat dan raba, itulah yang kami sampaikan
kepadamu. (I Yoh. 1:1).
Ketika
adik ipar bertanya kepada saya mana yang benar Isa yang dikenal dalam kitab
yang dipercayainya, atau Yesus yang berada didalam Injil, maka saya katakana
kepadanya: Jika saja ilmu kepolisianmu dipakai maka tidak akan susah untuk
menentukan siapa yang benar. Seorang polisi tentu akan mencari kebenaran lewat
para saksi yang sah, yaitu mereka yang menyaksikan dan mengalami secara
langsung dan mereka yang berada dalam kontek terdekat. Begitu pula dalam dunia
tulisan, tentu tulisan yang dipercaya sebagai sumber yang teguh adalah penulis
terdekat dari suatu peristiwa.
Penyataan
Allah itu harus disampaikan oleh saksi yang benar atau saksi yang sah. Para
saksi adalah mereka yang menyaksikan dan mengalami suatu peristiwa, oleh karena
itu secara hukum dan secara logis mereka dinyatakan sebagai ‘saksi yang benar’,
dengan demikian apa yang mereka saksikan mendapat jaminan sebagai yang benar.
Dari
semua ini menegaskan kepada kita sekaian, bahwa Injil adalah kesaksian akan
kebenaran karya Yesus, yang disaksikan oleh saksi yang benar, oleh karena itu,
kita dipanggil untuk tidak ragu akan kebenaran itu, serta tidak ragu dalam
menyaksikanya.
2. Supaya
kamu percaya. Bahwa Yesus Mesias, Anak Allah.
Setelah menyatakan apa yang
disaksikan yaitu ketidakterbatasan Yesus dan karya-Nya, serta membuktikan
keabsahan sebagai saksi yang sah dan benar, Rasul Yohanes sampai kepada
kesimpulan bahwa Yesus adalah Mesias, anak Allah. Kesimpulan akan pribadi Yesus
ini setara dengan pengakuan Rasul Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah
yang hidup”.
Bagi Yohanes Kesimpulan bahwa
Yesus adalah Mesias, Anak Allah, bukan sekedar kesimpulan, tetapi harus menjadi
suatu pengakuan iman dan keputusan sikap setiap manusia kepada Yesus, yaitu
supaya kamu percaya.
Ada berbagai macam gelar Yesus
yang mengungkap setatus diri-Nya kebenaran diri-Nya, yang menunjukkan tujuan
kedatangan-Nya, yang menyatakan kuasa-Nya, yang menyatakan jaminan iman dalam
nama-Nya, tetapi ada dua nama dan gelar Yesus Kristus yang melingkup semua
gelar lainnya yaitu: “Mesias & Anak Allah”. Dan kebenaran itu hanya sekedar
menjadi kebenaran pada diri-Nya sendiri, jika kita tidak menentukan sikap
percaya kepada-Nya.
Yesus adalah Mesias, Anak
Allah, telah menggenapi apa yang dijanjikan dalam PL dan mengenapi apa yang
dinantikan Israel serta dunia ini. Itulah sebabnya mengapa Yohanes Pembaptis
diakhir hidupnya ketika berada dalam penjara, mengutus muridnya untuk pergi
bertanya kepada Yesus apakah Ia adalah Mesias, ataukah ia harus menunggu yang
lain. Mendengar jawaban Yesus mengenai tanda-tanda yang diadakan-Nya yaitu
orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang tuli mendengar, menjadikan ia mati
dalam sukacita. Begitu pula dengan Simenon ketika melihat bayi Yesus dapat
mengatakan: “sekarang Tuhan, biarlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera,
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”.
Yohanes Pembaptis berseru
bertobatlah sebab kerajaan Allah telah dekat, tetapi kedatangan Yesus
menjadikan kerajaan Allah itu sudah datang, dan tidak ada seorangpun nabi dalam
PL yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, tetapi kita yang telah mendengar
fakta dan karya Yesus yang disaksikan oleh para Rasul, serta percaya bahwa Ia
adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.
3. Dan
supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam Nama-Nya.
Maksud Injil dituliskan, untuk
menyaksikan fakta kebenaran pribadi Yesus dan karya penyelamatan yang
dilakukan-Nya. Agar fakta kebenaran itu, yang disaksikan oleh saksi yang benar,
menuntun kita untuk beriman kepada-Nya.
Injil tidak bertujuan sekedar
memberi informasi, tetapi memberi hidup. Para penulis Injil menuliskan hidup
Yesus, yaitu fakta hidup yang menuntun kepara kebenaran bahwa Ia adalah Allah
sejati dimana hidupnya yang direnggut itu justru memberi hidup dan sumber hidup
yang sejati, sumber hidup kekal.
Iman kita kepada Yesus bukan
sekedar iman, tetapi iman yang berkuasa, iman yang memberi dampak, iman yang
menuntun kepada hidup yang kekal. Ada berbagai macam iman, dan ada berbagai
macam pribadi yang diimani, tetapi hanya iman kepada Yesus sebagai Mesias, Anak
Allah yang memberi dampak pada hidup yang kekal.
Demikianlah Injil Kerajaan
Allah itu dituliskan sebagai suatu kesaksian akan pribadi Anak-Nya yang tunggal
dan karya-karya-Nya yang tidak terbatas itu, agar kita percaya dan tidak goyah,
dan oleh iman kita kepada-Nya kita memperoleh hidup.